Kalau teman-teman pergi ke toko buku untuk membeli Al Qur’an, kalian akan menemukan begitu banyak macam Al Qur’an dari sisi penerbit, merk, model, warna, maupun kelengkapan tafsirnya. Tapi terlepas dari semua itu, perlu diketahui bahwa perbedaan tersebut hanya dari segi fitur dan bisnisnya saja. Jadi tidak ada perbedaan dari Substansi Al Qur’an itu sendiri seperti jumlah ayat dan suratnya, Makna, dan Cara Baca, kegunaan dari Al Quran itu sendiri, dan juga sikap atau adab kita dalam bermuamalah dengan Al Quran. Karena apapun merknya, Al Qur'an berisi Kalamullah atau wahyu dari Allah yang berguna untuk membimbing para pembacanya untuk memahami dan mengamalkan agama islam yang diridhai oleh Allah. Perlu diketahui bahwa Al Quran yang banyak digunakan dan diperjualbelikan di Indonesia mau merk syamil, aqwam, cordoba, tiga serangkai, dll adalah Al Quran yang dicetak dengan penulisan yang ditetapkan oleh Kementrian Agama Indonesia. Akan tetapi buku-buku tajwid (buku pelajaran untuk memaha...
Ketika duduk di bangku SD aku kerap merasa kesal, kenapa aku tak bisa melihat udara. Namun seiring beranjak dewasa aku mensyukurinya. Terlepas apapun warna setiap partikelnya, atau bagaimana bentuk rajutan molekulnya, aku senang aku tak bisa melihatnya. Ukurannya yang terlalu kecil membuatnya mudah dihirup dan masuk ke alveolusku, berikatan dengan darah sehingga membuat warna merahnya menjadi lebih cerah, kemudian dilepaskan ke penjuru organ yang membutuhkan tanpa aku harus menciptakan algoritmanya yang rumit. Alhamdulillah. Bisa bayangkan jika partikel udara menjadi lebih besar sedikit saja sampai kita bisa menimbang atau mengukurnya? Prediksiku manusia akan berevolusi menjadi lebih besar pula, dan kehilangan bulu hidungnya..hehe... tapi yang pasti pengalaman bernafas itu pun akan jauh berbeda. Maksudku, kapan terakhir kali kita mensyukuri hal hal kecil? Smartphone yang kita genggam, layar 4K 8K yang dipuji penemuannya, teknologi nano yang banyak mengisi topik perbincangan ...
1. Dua Kata yang Mengubah Hidup Gue by Raditya Dika Setiap keputusan dalam hidup kita itu bersifat transaksional. Dalam buku The Price Of Everything, penulis Eduardo Porter menjelaskan : Mata uang yang paling berharga itu adalah ‘Kesempatan’. Biaya yang kita korbankan untuk setiap keputusan yang kita pilih, senilai dengan alternatif yang tersedia saat itu. Harga dari satu box pizza senilai 50 ribu adalah segala hal lain yang dapat kita lakukan dengan 50 ribu tersebut. Inilah yang dikenal para ekonom dengan istilah opportunity cost. Pun di dalam agama kita, sejatinya setiap manusia sedang berdagang dengan harta dan jiwa mereka kepada Allah, dan perniagaan Allah itu adalah surga. Maka setiap waktu yang kita habiskan untuk menonton tv sejatinya dapat kita tukar dengan surga seandainya kita habiskan untuk berdzikir. Dalam video di atas, Raditya Dika menjelaskan makna dari “harga sebuah kesempatan” dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan menimbang harga dari setiap kes...
What is the value of a piece of date to you? For some people, a piece of date might only means 66.5 calories to fulfil their daily calorie need. But in Islam a piece of date is valued much more than that! How could it be? . The Messenger (ﷺ) said with regards to the charity that is given generally: . فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ (رواه مسلم) . “And save yourselves from the hell fire even if it be with the piece of a date.” (Muslim) Meaning: giving it as a charity. it is a small charity but if it is given correctly with a good intention and a sincere heart for the sake of Allāh (سبحانه و تعالى), it could save the one who gives it from the hell-fire. . Indeed the giving of charity from ones pure wealth and from ones halāl earnings in the cause of Allāh (سبحانه و تعالى), is from the most excellent and the most virtuous of all the acts of worship. For indeed, just as there is ibādah of the limbs when you stand in prayer, or you help your mother with the ...
Mad Badal, Takhollush minasy syiddah Sebagian ulama mendapati pertanyaan, mengapa mad badal dimasukkan ke dalam kelompok mad far'i, bukan mad ashliy, padahal dia dibaca dua harakat? Dan jawabannya memang karena mad pada mad badal tersebut tidak asli. Hah maksudnya? Pada mulanya pengucapan kata yang terdapat 2 hamzah yang berdekatan itu berat, mengingat sifat syiddah yang dimiliki oleh huruf hamzah. Termasuk apabila hamzah pertama berharakat dan hamzah berikutnya sukun. Contoh, ءَأْمَنَ a'mana (bukan dibaca seperti 'ain yang diseret ya gaes. Tapi lebih seperti tercekat atau tercekik) Maka dalam qiroah hafs, terdapat cara-cara untuk meringankan sifat syiddah (suara tercekat) ketika mengucapkan suatu huruf. Dan cara yang berlaku dalam kasus hamzah sukun yang didahului oleh hamzah berharakat ini adalah dengan mengganti hamzah sukun dengan mad yang sesuai dengan harakat hamzah yang sebelumnya. Jadi A'mana menjadi Aamana (wazan af'ala yuf'ilu) I'maanan m...
📒E-Book Gratis : Taman Hikmah Ramadan 📒 Berikut ini E-Book Gratis Oleh Candra Prahastiwi dan Saviera Yonita Disarikan dari 10 bab pertama dari kitab Majalis Syahri Ramadhan Al Mubarak karya Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan Kami tambahkan faidah dari kajian Ustadz Aris yang membahas kitab di atas di bulan Ramadhan tahun 2015 silam, juga faidah dari beberapa kitab dan kajian lainnya. Video kajian ustadz Aris tersebut dapat diakses di channel youtube Yufid.TV *Muroja'ah* : Ustadz Aris Munandar, S.S, M.P.I *Unduh E-Book di sini*: http://bit.ly/tamanhikmahramadhan Silahkan disebarluaskan. *** Candra & Saviera Semoga Allah mengampuni dosa keduanya
Selama ini kita gapernah belajar caranya bagi waktu antara santai-santai, bermain, sekolah, ngerjain PR, atau jalan-jalan. Tapi kita bisa melakukannya dalam sehari. Jadi heran aja kalo kita gabisa luangin waktu untuk baca quran barang sehalaman padahal untuk tidur siang kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Makin heran lagi ketika kita ngaku ga sempet sholat witir barang satu rakaat, padahal untuk bengong aja kita bisa menghabiskan waktu cukup untuk menyesap secangkir teh atau memandangi satu episode drama keroya. Mungkin bukan cara bagi waktu kita yang harus kita koreksi. Mungkin kedudukan Ilmu Agama dan impian kita tentang surga saja yang letaknya terlalu terpencil di hati.
Comments
Post a Comment