Sebuah tanda koma
Alkisah seseorang menghisab dirinya.. Sehingga sampailah ia pada momen penyadaran akan aibnya yang tak terbendung sementara ia tak pernah bisa menjamin nasib amalannya. Ikhlas atau tidak, diterima atau tertolak... Apa yang ia takutkan dari buah amalannya ternyata jauh lebih besar dibandingkan apa yang ia harapkan dengan amalannya, sampai sampai ingin sekali membenamkan wajah ke dalam bumi, seakan2 menghilang adalah satu-satunya solusi, terlalu banyak kesalahan, terlalu besar aib yang ia miliki.. Hanya manusia saja yang tidak terlalu peduli, atau memang Allah yang terlalu penyayang dan tiada segan untuk menutupi. . Sepertinya ia harus berhenti.. "Sudahlah tak usah melakukannya lagi, jalani hidupmu sendiri, pergilah dari sana sejauh yang kau bisa, toh siapa yang akan peduli, sejak awal tanpa kau melakukan sesuatu pun; apa yang akan terjadi pasti terjadi.. Ntah itu baik buruk atau lainnya." . Tetapi sesuatu di sebrang sana menahannya untuk tidak berhenti. "Memang seja...