Wahai engkau du'aat
Siapa yang bisa menjamin dirinya akan selamat dari fitnah syubhat/syahwat atau godaan untuk bermaksiat? Siapa yang tak patah hati, siapa yang tak hancur hatinya jika diperlihatkan dengan seorang yang kita kenal ternyata sedang futur, atau ia sedang bermaksiat terang terangan di hadapan kita. Ketika seseorang/sahabat kita berbuat dosa, jika ia memang sahabat kita maka yang dibutuhkan adalah nasihat (secara privat, dengan lembut), bukan dihakimi bukan dibully. Amar ma'ruf nahi munkar itu sudah ada tuntunannya, sudah banyak contohnya, para teladan dari kalangan sahabat dan ulama sudah lebih dulu melakukannya. Dan mereka sukses, mereka menduduki predikat sebaik baik umat, sebaik baik da'i. Jadi bohong kalau belum-belum kita sudah beralasan, (belum menasehati secara privat, belum menasehati dengan lembut, menasehati baru sekali dua kali, belum mendoakan, belum melakukan banyak hal) kita justru mencela/nyinyir/menyindir para pelaku dosa apalagi di publik seperti so...