Kalau teman-teman pergi ke toko buku untuk membeli Al Qur’an, kalian akan menemukan begitu banyak macam Al Qur’an dari sisi penerbit, merk, model, warna, maupun kelengkapan tafsirnya. Tapi terlepas dari semua itu, perlu diketahui bahwa perbedaan tersebut hanya dari segi fitur dan bisnisnya saja. Jadi tidak ada perbedaan dari Substansi Al Qur’an itu sendiri seperti jumlah ayat dan suratnya, Makna, dan Cara Baca, kegunaan dari Al Quran itu sendiri, dan juga sikap atau adab kita dalam bermuamalah dengan Al Quran. Karena apapun merknya, Al Qur'an berisi Kalamullah atau wahyu dari Allah yang berguna untuk membimbing para pembacanya untuk memahami dan mengamalkan agama islam yang diridhai oleh Allah. Perlu diketahui bahwa Al Quran yang banyak digunakan dan diperjualbelikan di Indonesia mau merk syamil, aqwam, cordoba, tiga serangkai, dll adalah Al Quran yang dicetak dengan penulisan yang ditetapkan oleh Kementrian Agama Indonesia. Akan tetapi buku-buku tajwid (buku pelajaran untuk memaha...
Terdapat sebuah pepatah arab تمتع من شميم عرار نجد، فما بعد العشية من عرار Nikmatilah harumnya bunga Aror di kota Najd. Karena wanginya akan hilang di malam hari Bunga Aror adalah bunga yang dikenal orang Arab yang hanya mengeluarkan aromanya di antara waktu maghrib dan isya. Nikmati dan manfaatkanlah detik-detik Ramadan yang tersisa.. karena sesudah ini, pintu surga akan kembali ditutup, pintu neraka akan segera dibuka, dan setan setan akan terlepas dari belenggunya.
Nearly 100 years ago, a philosopher and mathematician Bertrand Russell, warned of the social dangers of widespread envy. What is envy? In short, Envy is the desire to have what others have. It could be harmful whenever it leads us to hurt others. And for centuries, society understands that this envy or jealousy isn't a good thing. But do you know that Islam permits a certain kind of Envy? Long before recent studies distinguish envy into benign and malicious, Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him) reported: The Prophet (ﷺ) said, "Envy is permitted only in two cases: A man whom Allah gives wealth, and he disposes of it rightfully, and a man to whom Allah gives a knowledge which he applies and teaches it." [Al-Bukhari and Muslim] This hadith talks about ghibtah or benign envy that's allowed in Islam. It's when someone desires to have blessings that others have without wishing that blessings be taken from theirs. And from the Hadith, we can ...
Allah's Messenger (ﷺ) said, "A prostitute was forgiven by Allah, because, passing by a panting dog near a well and seeing that the dog was about to die of thirst, she took off her shoe, and tying it with her head-cover she drew out some water for it. So, Allah forgave her because of that." (Bukhari) MashaAllah! How incredible! Rhetorically, all Muslims believe that prostitution (zina) is unlawful (haram ) for anyone, it is even among the greatest sins in Islam. But, Allah al Rahman al Gafoor forgave a prostitute because of her act of giving some water to a thirsty dog. An act that seems trivial to us turns out to be the cause of a great sin to be forgiven. How could that be? This is because Allah is ar Rahman, the Most Compassionate, al Raheem the Most Merciful, and al Gafoor the Oft-Forgiving. If a prostitute can be forgiven owing to her mercy to a dog, won't we be more blessed and gain a lot more reward if we show our compassion and mercy to man especially ...
1. Dua Kata yang Mengubah Hidup Gue by Raditya Dika Setiap keputusan dalam hidup kita itu bersifat transaksional. Dalam buku The Price Of Everything, penulis Eduardo Porter menjelaskan : Mata uang yang paling berharga itu adalah ‘Kesempatan’. Biaya yang kita korbankan untuk setiap keputusan yang kita pilih, senilai dengan alternatif yang tersedia saat itu. Harga dari satu box pizza senilai 50 ribu adalah segala hal lain yang dapat kita lakukan dengan 50 ribu tersebut. Inilah yang dikenal para ekonom dengan istilah opportunity cost. Pun di dalam agama kita, sejatinya setiap manusia sedang berdagang dengan harta dan jiwa mereka kepada Allah, dan perniagaan Allah itu adalah surga. Maka setiap waktu yang kita habiskan untuk menonton tv sejatinya dapat kita tukar dengan surga seandainya kita habiskan untuk berdzikir. Dalam video di atas, Raditya Dika menjelaskan makna dari “harga sebuah kesempatan” dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan menimbang harga dari setiap kes...
Alhamdulillah, All praises be to Allah for He has given us the ease to fast and make so many good deeds in the previous month. We hope as well that you've successfully passed through the blessed month with a bunch of reward and forgiveness from Allah. And amongst the characters of a good Muslim is to be worried about his deeds, whether they're accepted or not. Allah says in the Qur’an meaning, ❝And they who give what they give while their hearts are fearful because they will be returning to their Lord - It is those who hasten to good deeds, and they outstrip [others] therein. ❞ (Al-Mu'minoon: 60-61) Well, that's natural. You've struggled a lot, exhaust your energy, spent your time, and wealth to perform any kinds of worship you're obliged to. Surely you don't want those deeds become meaningless and you don't want to harvest nothing in return. So, is there any sign showing that our deeds are accepted or rejected? Hasan al-Bashri, a tabi'ee...
Comments
Post a Comment