Kalau teman-teman pergi ke toko buku untuk membeli Al Qur’an, kalian akan menemukan begitu banyak macam Al Qur’an dari sisi penerbit, merk, model, warna, maupun kelengkapan tafsirnya. Tapi terlepas dari semua itu, perlu diketahui bahwa perbedaan tersebut hanya dari segi fitur dan bisnisnya saja. Jadi tidak ada perbedaan dari Substansi Al Qur’an itu sendiri seperti jumlah ayat dan suratnya, Makna, dan Cara Baca, kegunaan dari Al Quran itu sendiri, dan juga sikap atau adab kita dalam bermuamalah dengan Al Quran. Karena apapun merknya, Al Qur'an berisi Kalamullah atau wahyu dari Allah yang berguna untuk membimbing para pembacanya untuk memahami dan mengamalkan agama islam yang diridhai oleh Allah. Perlu diketahui bahwa Al Quran yang banyak digunakan dan diperjualbelikan di Indonesia mau merk syamil, aqwam, cordoba, tiga serangkai, dll adalah Al Quran yang dicetak dengan penulisan yang ditetapkan oleh Kementrian Agama Indonesia. Akan tetapi buku-buku tajwid (buku pelajaran untuk memaha...
Berikut step-step yang perlu dijalani oleh jomblo yang ingin menikah 1. Taaruf Taaruf secara bahasa artinya perkenalan. Secara istilah perkenalan dengan siapa saja apapun latar belakang atau tujuan dari perkenalan tersebut. Tapi nowadays, makna taaruf mengalami penyempitan dan kerap diidentikkan dengan proses menuju pernikahan. Kalau konteks tulisan saya ini ya its not a big deal.. tapi di luar topik ini bisa matters ya. Nanti pada baper aja kalo tiba tiba diajak orang lain taaruf, padahal cuma kenalan biasa aja wkwk. Oke, apa yang perlu dilakukan ketika taaruf? Secara umum diperbolehkan bagi siapa saja yang niatnya memang lurus ingin menikah untuk mengambil berbagai metode dan media untuk mengenal calon pasangannya. Bila memang melalui orang ketiga alias perantara maka hal tersebut tidak dinilai sebagai ghibah yang dilarang. Yang perlu diperhatikan adalah, pihak laki-laki dan perempuan tidak boleh berhubungan langsung seperti bertemu berdua saja (perempuan tidak d...
Konon kejayaan kebudayaan era Yunani Kuno terjadi pada tahun 546 – 323 SM, dimana ilmu filsafat, kesustraan, seni patung, arsitektur, dan musik menduduki zaman keemasannya. Menurut mitos Yunani Kuno, musik merupakan ciptaan seseorang yang diyakini sebagai manusia setengah dewa yakni Apollo, salah seorang anak Zeus yang dikenal juga dalam teologi Yunani sebagai dewa pemusik. Dan faktanya sejak zaman tersebut musik sangat identik dan tidak dapat dipisahkan dari upacara – upacara keagamaan, terutama bagi para penganut aliran Apollo dan Dionysus (meski keduanya memiliki jenis musik yang berbeda). Bahkan jika kita search “Apollo” pada google, maka akan kita temukan figur atau patung berhala yang memegang sebuah Lyra (sejenis harpa kecil), sebuah alat musik petik yang digunakan untuk mengiringi puisi dalam peribadatan dan acara besar lainnya. Beranjak ke Romawi kuno ketika manusia masih menyembah kaisar sebagai dewa. Kebudayaan Romawi sangat dipengaruhi oleh Yunani yang terlihat ...
How we thank Allah This world is the place of trials and tribulations. And Allah tests His slaves with both poverty and means. But imagine you have 2 choices in this life. First, to be a rich and thankful person. Second, to be a poor yet patient person. Rhetorically everyone would choose to be the first kind of person. But the fact is there are more people who could pass the trial of poverty than people who could pass "the wealthy test". The proof is hadeeth below “Shall I tell you the people of Paradise? They comprise every poor humble person, and if they swear by Allah to do something, Allah will fulfill it. Shall I tell you of the people of Hell; they comprise every violent, cruel arrogant person.” (Bukhari & Muslim) How could that be? What's the problem of being wealthy? The hadeeth imply that poverty, in the most of situation, would make ones become humble and obedient to Allah, while wealth does the opposite. The problem with rich people is, many of...
Ketika duduk di bangku SD aku kerap merasa kesal, kenapa aku tak bisa melihat udara. Namun seiring beranjak dewasa aku mensyukurinya. Terlepas apapun warna setiap partikelnya, atau bagaimana bentuk rajutan molekulnya, aku senang aku tak bisa melihatnya. Ukurannya yang terlalu kecil membuatnya mudah dihirup dan masuk ke alveolusku, berikatan dengan darah sehingga membuat warna merahnya menjadi lebih cerah, kemudian dilepaskan ke penjuru organ yang membutuhkan tanpa aku harus menciptakan algoritmanya yang rumit. Alhamdulillah. Bisa bayangkan jika partikel udara menjadi lebih besar sedikit saja sampai kita bisa menimbang atau mengukurnya? Prediksiku manusia akan berevolusi menjadi lebih besar pula, dan kehilangan bulu hidungnya..hehe... tapi yang pasti pengalaman bernafas itu pun akan jauh berbeda. Maksudku, kapan terakhir kali kita mensyukuri hal hal kecil? Smartphone yang kita genggam, layar 4K 8K yang dipuji penemuannya, teknologi nano yang banyak mengisi topik perbincangan ...
Setiap insan tumbuh dan berkembang bersama dengan kenangannya. Aku teringat dengan kisah John Wood, pendiri Room to Read yang meninggalkan jabatannya untuk berkontribusi dalam membangun ‘pendidikan’ dan telah mendirikan lebih dari 7000 perpustakaan di pelosok dunia. Aku takjub sekaligus iri menyimak kisah beliau yang melatarbelakangi sikapnya tersebut. Sedari kecil orang tuanya menanamkan padanya kecintaan terhadap membaca sehingga memori masa lalunya dipenuhi dengan buku dan pengetahuan. Beliau berkata dalam bukunya ‘...saya benar – benar tak bisa membayangkan masa kecil saya tanpa buku’. Dan pada suatu ketika beliau dihadapkan dengan statistik bahwa 1 dari 7 orang di seluruh dunia mengalami buta aksara padahal dia tau betapa bahagianya ia di masa kecilnya ketika ayahnya pulang membawa buku Curious George dan beberapa buku Dr.Seuss. Pada akhirnya mulailah beliau dengan misi kebajikannya. Dan begitulah masa lalu turut andil membentuk kepribadian, semangat, dan orientasi seseorang...
Tiap naik gunung satu keluarga termasuk adek yang dulu masih sd, papa sering ngingetin kami, "kalo nyasar jangan panik jangan takut, langsung cari tempat yang tinggi, liat jalannya". Sampe sekarang masih terngiang dan bikin gue suka tempat tinggi. . Hanya dengan melepaskan satu pandangan, kita bisa dapat informasi yang banyak dari tempat yang tinggi. Kita bisa menyaksikan luasnya cakrawala yang berbisik, membuat kita begitu ingin menggapai dan memeluk keindahannya. Disisi lain kita melihat padat permukiman beserta polusi (cahaya dan udara) nya dari kedudukan kita yang mendikte kita sehingga enggan kembali kesana. . Mungkin itu yang dirasakan Ashabul a'raf, penghuni tempat yang tinggi, di antara surga dan neraka. Mereka ingin meninggi dan enggan turun lagi. Dalam tafsir ibnu katsir pada surat al a'raf ayat 46, mereka berada disana dikarenakan amalan dan dosa mereka setara. Maka mereka tak mampu bergabung dengan penduduk nirwana, tak pula mereka terhina di dasar n...
Comments
Post a Comment