Posts

Apa itu nikmat

Image
Apa arti secuil nikmat Allah bagimu? (وان تعدوا نعمت الله لا تحصوها) "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya" (QS. Ibrahim : 34) Diriwayatkan dalam sebuah atsar bahwa Dawud 'alayhissalaam berkata : "Ya Rabb, bagaimanakah aku dapat bersyukur kepadaMu, sedang syukurku kepadaMu adalah nikmat yang lain dariMu kepadaku?" Maka Allah berfirman: "Sekarang engkau telah bersyukur kepadaKu wahai Dawud" Imam Asy Syafi'i rahimahullah berkata : "Segala puji bagi Allah yang tidak dapat dipenuhi syukur atas salah satu nikmat yang telah diberikanNya itu kecuali dengan nikmat baru yang harus disyukuri pula(rasa syukur itu sendiri)" (Tafsir Ibnu Katsir) Hak Allah untuk disyukuri tak kan pernah terpenuhi oleh makhlukNya seluruhnya, sedang kebanyakan manusia itu zhalim dan kufur. Dengan mengetahuinya maka kita sadari betapa luasnya rahmat Allah yang tak henti2nya memberi nikmat pada makhluknya ...

Small But Essential

Image
Ketika duduk di bangku SD aku kerap merasa kesal, kenapa aku tak bisa melihat udara. Namun seiring beranjak dewasa aku mensyukurinya. Terlepas apapun warna setiap partikelnya, atau bagaimana bentuk rajutan molekulnya, aku senang aku tak bisa melihatnya. Ukurannya yang terlalu kecil membuatnya mudah dihirup dan masuk ke alveolusku, berikatan dengan darah sehingga membuat warna merahnya menjadi lebih cerah, kemudian dilepaskan ke penjuru organ yang membutuhkan tanpa aku harus menciptakan algoritmanya yang rumit. Alhamdulillah. Bisa bayangkan jika partikel udara menjadi lebih besar sedikit saja sampai kita bisa menimbang atau mengukurnya? Prediksiku manusia akan berevolusi menjadi lebih besar pula, dan kehilangan bulu hidungnya..hehe... tapi yang pasti pengalaman bernafas itu pun akan jauh berbeda. Maksudku, kapan terakhir kali kita mensyukuri hal hal kecil? Smartphone yang kita genggam, layar 4K 8K yang dipuji penemuannya, teknologi nano yang banyak mengisi topik perbincangan ...

Agar Mereka Dikenal, Agar Mereka tidak Diganggu

Image
Setelah mengantisipasi rasa gengsi dan takut diledek orang – orang, Aku mulai beranjak dari parkiran meninggalkan motor legend yang telah menemaniku sejak SMA. Aku clingak – clinguk memastikan tidak ada orang yang mengenali, kemudian berjalan berusaha melihat hanya kepada langkah kakiku dan mulai menyisiri koridor menuju ruang kuliah. Tapi masa depan memang kadang tak sesuai harapan. Yang kukhawatirkan pun menjadi keniscayaan. Ada yang mengenaliku! “weh sav! Cadaran sekarang? Sudah kuduga kamu pasti bakal cadaran!” ujar seorang teman seangkatan. “Wow, what was that?” Batinku nyengir terkesima. Hari itu adalah hari pertama kuliahku di semester 4 prodi Teknik Mesin. Hari itu juga adalah hariku memulai kehidupan kampus secara resmi menggunakan cadar. Dan, nothing happened. Aku tak tau harus bergembira atau curiga. Kukira kisahku akan semenegangkan kisah muslimah bercadar yang viral di sosial media. Tapi alhamdulillah, memang begitu adanya. Tidak ada kejadian negatif atau tanggap...

Vantage point : Indonesia #2

Image
Soeharto Saya lahir di pengujung era orde baru, di tahun sebelum krisis ekonomi Indonesia memuncak. Taulah ya siapa RI 1 nya kala itu. Pak Soeharto rahimahullah, tapi saya tidak tau sampai sekarang siapa wapresnya waktu itu. Orang kedua memang kerap kalah masyhur, jarang dikenang. Saat itu kurs 1 dolar masih berkisar Rp 2,248 dan harga BBM masih Rp 700 /lt. Kalau dihitung dengan teori paritas daya beli, Harga uang 2000 jaman dulu itu senilai dengan rice box dan lychee float kfc atau safar naik motor jogja solo ngelewatin candi kalasan dan prambanan di zaman present. Sekarang? 2000 perak hanya cukup untuk manasin motor dan jalan dari rumah sampe lampu merah di pertigaan gang terdekat, nyatet kontak iklan sedot wc di tiang listrik, trus balik lagi ke rumah. Tapi alhamdulillah 2000 rupiah masih bisa dapet sebungkus imut nasi teri khas angkringan ya meski endingnya seret karena duitnya habis ga cukup buat beli air putih wkwk. Saya lahir di hari senin (alhamdulill...

The science of Envy

Image
Pengantar Pagi tadi seorang sahabat saya PM tetiba bertanya soal penawar untuk penyakit 'ain, yakni gangguan/penyakit yang dialami seseorang disebabkan pandangan mata orang lain yang iri dan menginginkan kebaikan hilang dari orang yang didengkinya. Kemudian kami bertemu selepas kajian dan melanjutkan obrolan di chat tadi. Teman saya sempat merasa tidak enak badan, suhu tubuh meningkat tanpa sebab yg diketahui, dan gejala lainnya sehingga dia curiga kalau dirinya terkena 'ain. Kami masih mengobrol hingga saya tergelitik dengan salah satu kalimat teman saya  "...lagian kenapa harus dengki sama aku, padahal dia gatau sebelum nikmat yg kita dapat, apa yang udah diambil dari kita. Kan kasian orang yang didengki.." Saya menghighlight "kenapa harus dengki?".. Saya jadi teringat dengan postingan yang pernah saya share "winning with giving" atau yang terkenal dengan kisah "petani jagung". Those who choose to be at peace must ...

Vantage point : Indonesia #1

Image
Tulisan ini terinspirasi dari judul buku karya robert flaceliere yakni "Daily Life in Greece at the Time of Pericles". Begitu menarik dan tidak biasa. Sejarawan biasa menelusuri tentang peperangan, pergolakan, gerakan ideologis, atau mengungkap biografi pemeran yg muncul pada preistiwa-peristiwa penting di masa lalu. Tapi judul buku ini seakan2 hanya bercerita bagaimana seorang tokoh atau sebuah keluarga menjalani pagi hari yang cerah di athena, atau menu makan siang mereka, jenis2 hiburan, atau kehidupan religius para penduduk di suatu zaman keemasan, era pericles, alih alih menjanjikan hal hal di atas (kisah sengitnya pertarungan antar dua kubu, review senjata dan strategi perang, dsb). Judul tersebut menyadarkanku kalau sejarah itu tidak terbatas pada kejadian2 luar biasa saja..  tetapi mencakup seluruh peristiwa yang terjadi di masa lampau (termasuk merk kopi atau teh yang diminum oleh para pelakunya waktu itu). Ya, kisah dunia bukan hanya soal kudeta...

It does not decrease your wealth

We make a living by what we get, but we make a life by what we give. Indeed, according to a study in 2010 , Harvard Business School survey of happiness in 136 countries found that people who are altruistic—in this case, people who were generous financially, such as with charitable donations—were happiest overall. And in fact, we had never found someone became stressed or even frustrated and poor because of doing charity. (happify.com) Even The Messenger of Allah ﷺ said, ❝Charity does not in any way decrease the wealth and the servant who forgives Allah adds to his respect, and the one who shows humility Allah elevates him in the estimation (of the people).❞ [Sahih Muslim]