Posts

Pelajaran yang Berserakan

Image
Kubilang aku ingin s2. Mau KAUST, chalmers, kth, keio, malaya, itb, ugm terserah dimana asal diterima. Berkas-berkas sudah diterjemahkan ke bahasa inggris, difotokopi dan dilegalisir. Super dukungan orang tua, dari segi finansial maupun moral, telah kukantongi. Pada akhirnya, berkas berkas itu tak pernah tiba di salah satu pun dari deretan nama Universitas yang kusebut tadi. *** Di salah satu episode Upin & Ipin yang berjudul "bila besar nanti", aku tergelitik dengan cara anak - anak tadika mesra menceritakan cita-cita mereka. Ehsan yang suka makan ingin menjadi koki, jarjit ingin menjadi wartawan, mei mei yang hobi 'mengajari' ingin menjadi guru, dan yang paling menarik, fizi ingin menjadi tukang sampah. Ketika fizi ditanya alasannya, dengan lugas dia menjawab "bila tak ada sampah, semua tempat bersih! Tak ada penyakit, barulah sehat!". Betapa naifnya mereka. Tapi disanalah letak keindahannya. Aku bercermin dengan keadaanku ketika remaja dan ...

Betapa Lemahnya Kita

Image
Suatu hari di perjalanan pulang ke rumah, kaca helm kubiarkan terbuka, dan aku berkendara dengan kecepatan merenung. Tidak lambat, tak pula ngebut. Sekonyong-konyong seekor serangga kecil terbang melewati pertahanan anti radiasi dari kacamataku dan mendarat tepat di permukaan kornea. Aku mengerjap-ngerjapkan mata karena kelilipan. Dasar insekta! Dia pikir dia itu apa? Umpatku ketika mengingat kejadian ganjil tersebut. Kenapa ganjil? Sepanjang jalan aku merenungkannya. Jalan selebar itu, serangga semini itu, mata semungil ini, kacamata yang melindungi... Dan aku masih kelilipan! Insekta melilip mata tanpa pandang bulu. Orang kaya, orang miskin, lulusan sarjana, anak teka, pemuda kuat, sesepuh lemah, mereka semua tak pernah bisa mengelak kala kelilipan memang jadi suratan. Betapa tidak berdayanya kita. Dimana manfaat harta, tahta, kecerdasan, dan ketangkasan itu? Lawan serangga tersesat saja kalah. Padahal kalau kita iseng berhitung...(dengan asumsi seperti pada gambar) Di ...

Charity is a Proof

Image
Everybody on earth loves money. Well at least we are sure that everyone is happy in payday. Majority of people receive their salaries with smile. But we sometimes find people who could share or give some of their wealth to others in charity. How could it be? . Imam ibn Uthaymeen in Sharh Boolughul Maram said : One cannot lose(leave) something he loves except for another thing he loves more. . As a Muslim, we testify that we love Allah. And most of people know that Allah loves charity and people who love doing it. And besides, He is the Most Rich. He is the one who has the ultimate ownership of all wealth in this world. So how could someone who testified that he loves Allah reject to give some of their wealth for charity in the cause of Him? That's why in Islam we called charity with the term of Sadaqah. . Sadaqah comes from the word sidq (sincerity), i.e. it is a sign of sincerity of faith on the part of the person who gives it. (See Fath al-Qadeer, 2/399) Therefore, Let...

Apa itu nikmat

Image
Apa arti secuil nikmat Allah bagimu? (وان تعدوا نعمت الله لا تحصوها) "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya" (QS. Ibrahim : 34) Diriwayatkan dalam sebuah atsar bahwa Dawud 'alayhissalaam berkata : "Ya Rabb, bagaimanakah aku dapat bersyukur kepadaMu, sedang syukurku kepadaMu adalah nikmat yang lain dariMu kepadaku?" Maka Allah berfirman: "Sekarang engkau telah bersyukur kepadaKu wahai Dawud" Imam Asy Syafi'i rahimahullah berkata : "Segala puji bagi Allah yang tidak dapat dipenuhi syukur atas salah satu nikmat yang telah diberikanNya itu kecuali dengan nikmat baru yang harus disyukuri pula(rasa syukur itu sendiri)" (Tafsir Ibnu Katsir) Hak Allah untuk disyukuri tak kan pernah terpenuhi oleh makhlukNya seluruhnya, sedang kebanyakan manusia itu zhalim dan kufur. Dengan mengetahuinya maka kita sadari betapa luasnya rahmat Allah yang tak henti2nya memberi nikmat pada makhluknya ...

Small But Essential

Image
Ketika duduk di bangku SD aku kerap merasa kesal, kenapa aku tak bisa melihat udara. Namun seiring beranjak dewasa aku mensyukurinya. Terlepas apapun warna setiap partikelnya, atau bagaimana bentuk rajutan molekulnya, aku senang aku tak bisa melihatnya. Ukurannya yang terlalu kecil membuatnya mudah dihirup dan masuk ke alveolusku, berikatan dengan darah sehingga membuat warna merahnya menjadi lebih cerah, kemudian dilepaskan ke penjuru organ yang membutuhkan tanpa aku harus menciptakan algoritmanya yang rumit. Alhamdulillah. Bisa bayangkan jika partikel udara menjadi lebih besar sedikit saja sampai kita bisa menimbang atau mengukurnya? Prediksiku manusia akan berevolusi menjadi lebih besar pula, dan kehilangan bulu hidungnya..hehe... tapi yang pasti pengalaman bernafas itu pun akan jauh berbeda. Maksudku, kapan terakhir kali kita mensyukuri hal hal kecil? Smartphone yang kita genggam, layar 4K 8K yang dipuji penemuannya, teknologi nano yang banyak mengisi topik perbincangan ...

Agar Mereka Dikenal, Agar Mereka tidak Diganggu

Image
Setelah mengantisipasi rasa gengsi dan takut diledek orang – orang, Aku mulai beranjak dari parkiran meninggalkan motor legend yang telah menemaniku sejak SMA. Aku clingak – clinguk memastikan tidak ada orang yang mengenali, kemudian berjalan berusaha melihat hanya kepada langkah kakiku dan mulai menyisiri koridor menuju ruang kuliah. Tapi masa depan memang kadang tak sesuai harapan. Yang kukhawatirkan pun menjadi keniscayaan. Ada yang mengenaliku! “weh sav! Cadaran sekarang? Sudah kuduga kamu pasti bakal cadaran!” ujar seorang teman seangkatan. “Wow, what was that?” Batinku nyengir terkesima. Hari itu adalah hari pertama kuliahku di semester 4 prodi Teknik Mesin. Hari itu juga adalah hariku memulai kehidupan kampus secara resmi menggunakan cadar. Dan, nothing happened. Aku tak tau harus bergembira atau curiga. Kukira kisahku akan semenegangkan kisah muslimah bercadar yang viral di sosial media. Tapi alhamdulillah, memang begitu adanya. Tidak ada kejadian negatif atau tanggap...

Vantage point : Indonesia #2

Image
Soeharto Saya lahir di pengujung era orde baru, di tahun sebelum krisis ekonomi Indonesia memuncak. Taulah ya siapa RI 1 nya kala itu. Pak Soeharto rahimahullah, tapi saya tidak tau sampai sekarang siapa wapresnya waktu itu. Orang kedua memang kerap kalah masyhur, jarang dikenang. Saat itu kurs 1 dolar masih berkisar Rp 2,248 dan harga BBM masih Rp 700 /lt. Kalau dihitung dengan teori paritas daya beli, Harga uang 2000 jaman dulu itu senilai dengan rice box dan lychee float kfc atau safar naik motor jogja solo ngelewatin candi kalasan dan prambanan di zaman present. Sekarang? 2000 perak hanya cukup untuk manasin motor dan jalan dari rumah sampe lampu merah di pertigaan gang terdekat, nyatet kontak iklan sedot wc di tiang listrik, trus balik lagi ke rumah. Tapi alhamdulillah 2000 rupiah masih bisa dapet sebungkus imut nasi teri khas angkringan ya meski endingnya seret karena duitnya habis ga cukup buat beli air putih wkwk. Saya lahir di hari senin (alhamdulill...