Posts

Yes Problemo

Image
Di era gadget seperti sekarang, mendapatkan informasi itu terlalu mudah. Saking mudahnya, kita mulai lupa caranya menghafal. Buat apa dihafal? Kalo lupa tinggal sercing aja. Kalo takut lupa tinggal difoto atau dicatat di notes hape. Pas butuh tinggal buka hapenya, jadi ga perlu nambah pikiran dengan ingatan yang tidak perlu. Begitu pikir kita. Atau begitu tidak berpikir kita. Karena bencana berikutnya, kita pun mulai lupa caranya berpikir. Coba kita ingat, kapan terakhir kali kita menghitung perkalian dan pengurangan tanpa menggunakan kalkulator? Bahkan kita membuat keputusan dan kesimpulan secepat kita menekan tombol “home” tatkala ingin keluar dari aplikasi di hape kita. Bisa bayangkan sebetapa kakunya otak manusia di zaman sekarang bila dibandingkan dengan otak manusia di era richard feynman?  Yang menjadikan situasi semakin celaka adalah pola kita dalam mengakses informasi. Kita mulai meninggalkan media cetak dan beralih ke media elektronik. Baca quran di hap...

The Currency of The Hereafter

Image
As a Muslim, we surely believe in the Hereafter or Day of Judgment. We believe that our life in this world is only a temporary transit and Akhirah is the eternal Home. Paradise is the finish line for the believers and Hell is for the disbelievers. Everyone wants Paradise. But the journey to get there won't be easy as the Quran and hadith told us about. 'The Day of Judgment' posseses several names. Allah had named that day with more than 30 names in the Qur’an. One of them is Yawmul-Hisaab [the Day of Account] (Surah Saad 38:16). On that day, our deeds will be held accountable. “And the record [of deeds] will be placed [open], and you will see the criminals fearful of that within it and they will say, "Oh, woe to us! What is this book that leaves nothing small or great except that it has enumerated it?" And they will find what they did present [before them]. And your Lord does injustice to no one.” (Al Kahfi: 49) People would regret all the bad things th...

You don't judge

Image
Sakit itu sudah berat dipikul. Tapi beban makin bertambah tatkala orang yang melihat hanya bisa mengkritik dan menghakimi. Aku merasakannya. Adakalanya aku sakit, batuk-batuk misalnya dan membuat orang terdekatku terganggu dengan suara batuk . Mereka bisa saja bersimpati dan langsung memberi obat atau minimal memberitahu obat apa yang harus  kuminum. Kemudian aku minum obat, batuk hilang biidznillah, selesailah perkaranya. . Tapi terkadang mereka justru terganggu dengan sakitku. Mereka kurang berempati. Mungkin mereka lupa kalau mereka pun bisa berada di posisiku. Jadilah aku hanya dihujani dengan saran yang bukannya membuat dada lega, tapi malah semakin sesak karenanya. Atau boleh jadi pada asalnya mereka sungguh peduli dengan sakitku. Namun mereka memulai kepedulian tersebut dengan mencari-cari kesalahan dan mengkritik. Jadilah aku terhakimi dengan "kepedulian" mereka, dan semakin menyalahkan diri sendiri. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. ...

Cara Bersyukur Kepada Allah

Image
Lanjutan "Masalahnya ketika kamu kaya" 1. Bersyukur dengan hati. Yaitu pertama, dengan mengakui bahwa semua nikmat ini murni dari Allah yang Maha Kaya lagi Maha Memberi, bukan karena usaha dan doa kita yang remeh dan banyak kekurangan. Kedua, dengan mencintai Allah yang telah memberikan nikmat kepada kita. 2. Bersyukur dengan lisan. A. Ucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan nikmat sekecil apapun itu di mata kita. Coba ingat doa-doa yang Nabi ajarkan kepada kita, hampir seluruhnya mengandung tahmid atau pujian atas nikmat Allah ta'ala. Doa setelah makan, doa bangun tidur, doa istiftah, dsb. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, ْ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﺑِﻨِﻌْﻤَﺘِﻪِ ﺗَﺘِﻢُّ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕُ ‏» . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﻣَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺣَﺎﻝٍ ‏» “Kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi...

Masalahnya ketika kamu kaya

Image
Banyak orang kalo dikasih pilihan antara jadi orang miskin yang bersabar dan orang kaya yang bersyukur, mereka pilih yang kedua. Realitanya ketika seseorang sudah diberi segalanya oleh Allah, ia lupa diri. Lupa kalau ia cuma diberi. Lupa mensyukuri. وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ} [المؤمنون : 78] Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. {..وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ} [سبإ : 13] Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. Yang dia ingat semua nikmat yg didapatkan semata-mata hasil jerih payahnya. Yang dia rasa, dia layak dan wajar untuk mendapatkannya, Allah-lah yang wajib membalas jasa-jasanya ketika dia memohon-mohon berdoa ditambah ikhtiar dan berusaha. Padahal semua nikmat itu murni dari Allah. { وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ..}  [النحل : 53] Dan apa saja nikmat yang ...

Gratitude

How we thank Allah This world is the place of trials and tribulations. And Allah tests His slaves with both poverty and means. But imagine you have 2 choices in this life. First, to be a rich and thankful person. Second, to be a poor yet patient person. Rhetorically everyone would choose to be the first kind of person. But the fact is there are more people who could pass the trial of poverty than people who could pass "the wealthy test". The proof is hadeeth below “Shall I tell you the people of Paradise? They comprise every poor humble person, and if they swear by Allah to do something, Allah will fulfill it. Shall I tell you of the people of Hell; they comprise every violent, cruel arrogant person.” (Bukhari & Muslim) How could that be? What's the problem of being wealthy? The hadeeth imply that poverty, in the most of situation, would make ones become humble and obedient to Allah, while wealth does the opposite. The problem with rich people is, many of...

Ketika kau menikah karena agamanya

Image
Adakala cucian beranak pinak. Lain waktu seterikaan sudah memiliki cucu. Rumah tidak rapih dan bersih sebagaimana harusnya. Terkadang kondisi seperti itu kita temukan di rumah pasangan suami istri. Bagaimanapun latar belakang sebuah rumah tangga (pengantin baru, pengantin lama, kaya, miskin, anak banyak, anak sedikit, dst), berantakan itu hal yang biasa. Kaya slogan chitato, "Hidup ga pernah mulus terus". Seperti yang mereka juga alami. Penat dan jenuh kadang menghinggapi. Kadangkala Ita katakan pada suaminya, "Mas maafin ya, aku belum sempat nyetrika". Biasanya Adin menjawab, "Iya, istirahat aja dulu, besok masih bisa".. (Asik) batin Ita melonjak girang. Bahkan tak jarang Adin menawarkan bantuan atau langsung meluncur meringankan pekerjaan rumah. Maasyaallah baarakallaahufiih.. Saking seringnya ditolong Ita merasa jadi (tidak) enak. Wkwk. Tapi ia heran. "Maasyaallah baik banget nih suami.. Apa aku layak diperlakukan sebaik ini?...