Kalau teman-teman pergi ke toko buku untuk membeli Al Qur’an, kalian akan menemukan begitu banyak macam Al Qur’an dari sisi penerbit, merk, model, warna, maupun kelengkapan tafsirnya. Tapi terlepas dari semua itu, perlu diketahui bahwa perbedaan tersebut hanya dari segi fitur dan bisnisnya saja. Jadi tidak ada perbedaan dari Substansi Al Qur’an itu sendiri seperti jumlah ayat dan suratnya, Makna, dan Cara Baca, kegunaan dari Al Quran itu sendiri, dan juga sikap atau adab kita dalam bermuamalah dengan Al Quran. Karena apapun merknya, Al Qur'an berisi Kalamullah atau wahyu dari Allah yang berguna untuk membimbing para pembacanya untuk memahami dan mengamalkan agama islam yang diridhai oleh Allah. Perlu diketahui bahwa Al Quran yang banyak digunakan dan diperjualbelikan di Indonesia mau merk syamil, aqwam, cordoba, tiga serangkai, dll adalah Al Quran yang dicetak dengan penulisan yang ditetapkan oleh Kementrian Agama Indonesia. Akan tetapi buku-buku tajwid (buku pelajaran untuk memaha...
📒E-Book Gratis : Taman Hikmah Ramadan 📒 Berikut ini E-Book Gratis Oleh Candra Prahastiwi dan Saviera Yonita Disarikan dari 10 bab pertama dari kitab Majalis Syahri Ramadhan Al Mubarak karya Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan Kami tambahkan faidah dari kajian Ustadz Aris yang membahas kitab di atas di bulan Ramadhan tahun 2015 silam, juga faidah dari beberapa kitab dan kajian lainnya. Video kajian ustadz Aris tersebut dapat diakses di channel youtube Yufid.TV *Muroja'ah* : Ustadz Aris Munandar, S.S, M.P.I *Unduh E-Book di sini*: http://bit.ly/tamanhikmahramadhan Silahkan disebarluaskan. *** Candra & Saviera Semoga Allah mengampuni dosa keduanya
Ilmu adalah mata uang yang dicari dan dibutuhkan semua orang, semua kalangan. Karena ilmu tersebut menjadi sebab terangkatnya derajat seseorang di dunia. Kalau ga percaya, bandingkan profesi dosen dengan kuli bangunan. Bekerja sama 8 jam, seorang kuli harus menguras lebih banyak keringat dan tenaga namun upahnya lebih kecil. Itu tandanya ilmu seseorang dihargai lebih tinggi dibandingkan tenaganya. Tapi apakah semua ilmu sama berharganya? Tentu tidak. Bandingkan dosen dengan koruptor. Keduanya bisa jadi memiliki level pendidikan yang sama. Yang satu mahir mengajar, yang satu mahir menipu dan mencuri. Sama-sama “berilmu” tapi apakah sama-sama terhormat? Terdapat kaidah yang masyhur “ شرف العلوم بشرف المعلوم " yaitu, kemuliaan suatu ilmu itu tergantung dengan objek yang dipelajari. Maka tentunya tidak ada yang dapat mengalahkan mulianya ilmu agama. Karena dengan ilmu tersebut seseorang dapat mengenal Rabb semesta alam, pemilik segala Kemuliaan. Dengan ilmu agama ia men...
Terdapat sebuah pepatah arab تمتع من شميم عرار نجد، فما بعد العشية من عرار Nikmatilah harumnya bunga Aror di kota Najd. Karena wanginya akan hilang di malam hari Bunga Aror adalah bunga yang dikenal orang Arab yang hanya mengeluarkan aromanya di antara waktu maghrib dan isya. Nikmati dan manfaatkanlah detik-detik Ramadan yang tersisa.. karena sesudah ini, pintu surga akan kembali ditutup, pintu neraka akan segera dibuka, dan setan setan akan terlepas dari belenggunya.
Nearly 100 years ago, a philosopher and mathematician Bertrand Russell, warned of the social dangers of widespread envy. What is envy? In short, Envy is the desire to have what others have. It could be harmful whenever it leads us to hurt others. And for centuries, society understands that this envy or jealousy isn't a good thing. But do you know that Islam permits a certain kind of Envy? Long before recent studies distinguish envy into benign and malicious, Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him) reported: The Prophet (ﷺ) said, "Envy is permitted only in two cases: A man whom Allah gives wealth, and he disposes of it rightfully, and a man to whom Allah gives a knowledge which he applies and teaches it." [Al-Bukhari and Muslim] This hadith talks about ghibtah or benign envy that's allowed in Islam. It's when someone desires to have blessings that others have without wishing that blessings be taken from theirs. And from the Hadith, we can ...
Allah's Messenger (ﷺ) said, "A prostitute was forgiven by Allah, because, passing by a panting dog near a well and seeing that the dog was about to die of thirst, she took off her shoe, and tying it with her head-cover she drew out some water for it. So, Allah forgave her because of that." (Bukhari) MashaAllah! How incredible! Rhetorically, all Muslims believe that prostitution (zina) is unlawful (haram ) for anyone, it is even among the greatest sins in Islam. But, Allah al Rahman al Gafoor forgave a prostitute because of her act of giving some water to a thirsty dog. An act that seems trivial to us turns out to be the cause of a great sin to be forgiven. How could that be? This is because Allah is ar Rahman, the Most Compassionate, al Raheem the Most Merciful, and al Gafoor the Oft-Forgiving. If a prostitute can be forgiven owing to her mercy to a dog, won't we be more blessed and gain a lot more reward if we show our compassion and mercy to man especially ...
Comments
Post a Comment