Kalau teman-teman pergi ke toko buku untuk membeli Al Qur’an, kalian akan menemukan begitu banyak macam Al Qur’an dari sisi penerbit, merk, model, warna, maupun kelengkapan tafsirnya. Tapi terlepas dari semua itu, perlu diketahui bahwa perbedaan tersebut hanya dari segi fitur dan bisnisnya saja. Jadi tidak ada perbedaan dari Substansi Al Qur’an itu sendiri seperti jumlah ayat dan suratnya, Makna, dan Cara Baca, kegunaan dari Al Quran itu sendiri, dan juga sikap atau adab kita dalam bermuamalah dengan Al Quran. Karena apapun merknya, Al Qur'an berisi Kalamullah atau wahyu dari Allah yang berguna untuk membimbing para pembacanya untuk memahami dan mengamalkan agama islam yang diridhai oleh Allah. Perlu diketahui bahwa Al Quran yang banyak digunakan dan diperjualbelikan di Indonesia mau merk syamil, aqwam, cordoba, tiga serangkai, dll adalah Al Quran yang dicetak dengan penulisan yang ditetapkan oleh Kementrian Agama Indonesia. Akan tetapi buku-buku tajwid (buku pelajaran untuk memaha...
Ilmu adalah mata uang yang dicari dan dibutuhkan semua orang, semua kalangan. Karena ilmu tersebut menjadi sebab terangkatnya derajat seseorang di dunia. Kalau ga percaya, bandingkan profesi dosen dengan kuli bangunan. Bekerja sama 8 jam, seorang kuli harus menguras lebih banyak keringat dan tenaga namun upahnya lebih kecil. Itu tandanya ilmu seseorang dihargai lebih tinggi dibandingkan tenaganya. Tapi apakah semua ilmu sama berharganya? Tentu tidak. Bandingkan dosen dengan koruptor. Keduanya bisa jadi memiliki level pendidikan yang sama. Yang satu mahir mengajar, yang satu mahir menipu dan mencuri. Sama-sama “berilmu” tapi apakah sama-sama terhormat? Terdapat kaidah yang masyhur “ شرف العلوم بشرف المعلوم " yaitu, kemuliaan suatu ilmu itu tergantung dengan objek yang dipelajari. Maka tentunya tidak ada yang dapat mengalahkan mulianya ilmu agama. Karena dengan ilmu tersebut seseorang dapat mengenal Rabb semesta alam, pemilik segala Kemuliaan. Dengan ilmu agama ia men...
📒E-Book Gratis : Taman Hikmah Ramadan 📒 Berikut ini E-Book Gratis Oleh Candra Prahastiwi dan Saviera Yonita Disarikan dari 10 bab pertama dari kitab Majalis Syahri Ramadhan Al Mubarak karya Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan Kami tambahkan faidah dari kajian Ustadz Aris yang membahas kitab di atas di bulan Ramadhan tahun 2015 silam, juga faidah dari beberapa kitab dan kajian lainnya. Video kajian ustadz Aris tersebut dapat diakses di channel youtube Yufid.TV *Muroja'ah* : Ustadz Aris Munandar, S.S, M.P.I *Unduh E-Book di sini*: http://bit.ly/tamanhikmahramadhan Silahkan disebarluaskan. *** Candra & Saviera Semoga Allah mengampuni dosa keduanya
Terdapat sebuah pepatah arab تمتع من شميم عرار نجد، فما بعد العشية من عرار Nikmatilah harumnya bunga Aror di kota Najd. Karena wanginya akan hilang di malam hari Bunga Aror adalah bunga yang dikenal orang Arab yang hanya mengeluarkan aromanya di antara waktu maghrib dan isya. Nikmati dan manfaatkanlah detik-detik Ramadan yang tersisa.. karena sesudah ini, pintu surga akan kembali ditutup, pintu neraka akan segera dibuka, dan setan setan akan terlepas dari belenggunya.
What makes us great before Allah? During Ramadan, we did plenty of virtuous deeds to impress Allah. We stood so long in prayers, we fasted and gave a great deal of charity day and night in Ramadan in the hope that Allah would give us great rewards and forgiveness in return. But we might have missed something important here. Abu Hurayrah reported: The Messenger of Allah (ﷺ) said: "Take up good deeds only as much as you are able, for the good deeds are those done regularly even if they are few." (Sunan Ibn Majah, 4240) It's not about how long you can stand in prayer or how much you can give in charity either. It's all about consistency or what we call persistence (istiqamah). So it's okay if you only did small deeds in Ramadan because those small deeds can turn into good deeds if you keep doing it outside of Ramadan and even until you die. It's been the tradition of our predecessors to preserve the good deeds until they die. There's a hadeeth ...
Berapa waktu lalu kita sudah bahas tentang tahapan-tahapan yang harus dilalui seorang laki-laki dan perempuan untuk menuju pernikahan yang syar’i (sesuai dengan ajaran islam). Kalau teman-teman belum sempat baca bisa klik disini . Kali ini, saya akan membagikan tips dan kriteria CV Taaruf yang ideal yang bisa teman-teman berikan ke calon pasangan kalian melalui perantara tentunya ya.. Berikut krtieria CV yang ideal 1. Jujur Ini adalah kriteria sekaligus tips yang terpenting dalam membuat CV. Kejujuran merupakan modal utama dalam membangun relasi dengan siapa saja terlebih lagi hubungan pernikahan. Hubungan yang dibangun di atas kejujuran akan memberikan hasil yang jujur pula bagi setiap pelakunya. Maksudnya? Ya seperti mengerjakan soal ujian, jika kita mencontek maka bagaimana pun hasil ujian kita, hasil itu pasti menipu kita. Kalau 100 ya itu tidak menunjukkan bahwa kita pintar. Kalau 0 pun belum tentu menunjukkan kalau kita bodoh, tapi salah pilih orang yang dicontekin...
Comments
Post a Comment