Posts

What's the best deed ?

Image
What makes us great before Allah? During Ramadan, we did plenty of virtuous deeds to impress Allah. We stood so long in prayers, we fasted and gave a great deal of charity day and night in Ramadan in the hope that Allah would give us great rewards and forgiveness in return. But we might have missed something important here. Abu Hurayrah reported: The Messenger of Allah (ﷺ) said: "Take up good deeds only as much as you are able, for the good deeds are those done regularly even if they are few." (Sunan Ibn Majah, 4240) It's not about how long you can stand in prayer or how much you can give in charity either. It's all about consistency or what we call persistence (istiqamah). So it's okay if you only did small deeds in Ramadan because those small deeds can turn into good deeds if you keep doing it outside of Ramadan and even until you die. It's been the tradition of our predecessors to preserve the good deeds until they die. There's a hadeeth ...

THE SIGN WHEN YOUR RIGHTEOUS DEEDS ARE ACCEPTED

Image
Alhamdulillah, All praises be to Allah for He has given us the ease to fast and make so many good deeds in the previous month. We hope as well that you've successfully passed through the blessed month with a bunch of reward and forgiveness from Allah. And amongst the characters of a good Muslim is to be worried about his deeds, whether they're accepted or not. Allah says in the Qur’an meaning, ❝And they who give what they give while their hearts are fearful because they will be returning to their Lord - It is those who hasten to good deeds, and they outstrip [others] therein. ❞ (Al-Mu'minoon: 60-61) Well, that's natural. You've struggled a lot, exhaust your energy, spent your time, and wealth to perform any kinds of worship you're obliged to. Surely you don't want those deeds become meaningless and you don't want to harvest nothing in return. So, is there any sign showing that our deeds are accepted or rejected? Hasan al-Bashri, a tabi'ee...

Clearance Sale

Image
You may delay, but time will not . Praise be to Allah Who has created Time and has made certain times like months or days and nights more valuable than the others; that is when the rewards of every good deed are offered a manifold, as mercy & favor towards His slaves. Now, imagine yourself taking a brisk stroll through the mall and catch the holiday clearance sale. Crazy prices of your favourite stuff on shelves! You know for sure that it happens once in a blue moon. You also know that it lasts only for an hour when there is so many stuff you're craving to buy. What would you do then? Chances are, you won't ignore that sale, will you? You absolutely won't wait till tomorrow. You won't delay it even just for a second. Ramadan is much more treasured than that. There are too many virtues of this month that you would eagerly strive to gain, knowing the infinite blessings that Allah would offer to people who commit good deeds in Ramadan. You want to grasp them...

Pencitraan

Image
Gada yang salah dengan pencitraan. Semua orang melakukannya (wah pembenaran ini. Wkwk). Apalagi di era sosial media. Orang introvert pun bisa jadi lebih overshare ketimbang orang ekstrovert dalam poin ini. Yang suka digugat itu justru akun akun kaya saya gini. Akun pribadi (alias bukan akun dakwah) tapi isinya kebanyakan quote, tulisan nasehat, dan sebagainya. Ngalah-ngalahin akun dakwah, celetuk sebagian orang. Akun ini masih dan akan terus menjadi akun pribadi, guys, mau se-sok suci apapun konten2nya. Pun meski orang kenal watak asli saya dan tau tindak tanduk saya di luar dunia maya, tidak akan menyurutkan saya untuk tetap melakukan "pencitraan" seperti yang mereka labeli. Bukannya saya gamau upload foto normal seperti akun pribadi pada umumnya. Atau tampil apa adanya dengan dosa dan cela sebagaimana keniscayaan dan fitrah saya di dunia nyata sebagai manusia. Tapi saya hanya memikirkan dampaknya. Saya tau betul dan berpengalaman selama 23 tahun. Saya berani bers...

Pelajaran yang Berserakan #2

Image
Mengulur Waktu Pak dosbing memotivasi "kalau mba punya paper, insyaallah akan lebih dihargai kalau daftar s2". Aku yang tau diri ketika melihat IPK-ku yang tidak spektakuler menjadi terinspirasi untuk segera menyelesaikan paper dan mendaftarkannya di international conference terdekat yang tidak mengharuskanku untuk bersafar. Hitung2, mengisi waktu sembari menanti jadwal wisuda agustus mendatang. Aku teringat dengan prinsip charles kettering : perkara pentingnya adalah bergerak. Tidak ada sejarah penemuan besar yang dilakukan dengan duduk santai di sofa. Alhamdulillah paper kami diterima untuk dipresentasikan di conference dan dijanjikan untuk dipublish di sebuah journal internasional seadanya tapi masih berindex scopus dan dengan berbaris2 catatan revisi. Sebulan sebelum wisuda, dengan nervous dan menanggung malu yang sejadi-jadinya, aku peserta dengan busana paling suram, dan satu2nya (calon) sarjana di ruangan tersebut, terpaksa maju ke depan mempresent...

Dia itu Suka Dipuji

Kamu kalem banget sih, aku kagum sama kamu!. Eh kalo boleh jujur, lo itu keliatan ganteng banget kalo pas pake baju koko atau gamis putih gitu. Siapa yang ga suka dipuji? Ada satu poin menarik dalam kitabul akhlaq was siyar karya imam ibnu hazm ketika membahas tentang pertemanan dan nasehat. Al imam menulis di poin ke 107 yang intinya, di antara kejelekan itu ada yang paling mirip dengan kebaikan. Apa itu? Cinta pujian. Kok bisa? Sementara di hadits dalam Shahih Muslim (no. 3002), Al Miqdad meriwayatkan bahwa Rasulullah memerintahkan sahabat2nya untuk melemparkan pasir ke wajah orang yang suka memuji. Itu tandanya rasul tidak suka dipuji2. Kalo suka kan ga dilempar pasir.. Tapi dilempar duit atau coklat kan ya. Dan perintah ini dipraktekkan oleh al miqdad dan juga an nawawi. Akan tetapi kita bisa mengambil manfaat dari sikap seseorang yang suka dipuji dalam rangka mengharapkan berkurangnya keburukan dan bertambahnya kebaikan akhlak pada dirinya. Tapi bagaimana? Ibnu hazm berce...

Lelah Dipermainkan Dunia

Image
Satu dekade lalu, Aku ingat pertama kali dibelikan kamera oleh Papa ketika SMA. Aku memilih kamera prosumer Nikon L120 ketimbang DSLR yg sedang ngetrend di kalangan remaja kelahiran 90an kala itu. Waktu itu belum ada mirrorless, & harga prosumer beberapa ratus ribu lebih mahal dibandingkan DSLR fujifilm standar. "Bodynya ringan, zoom rangenya guede tanpa lensa tambahan (21x), cocok buat dibawa naek gunung atau jalan2", bujukku. Alasan utamanya, prosumer itu jodoh orang malas ; 1. Setting exposure manual itu melelahkan. 2. Melihat objek lewat LCD itu lebih praktis ketimbang lewat viewfinder. 3. Asli, ringan, bisa jadi kalung ala fashionista kampungan gitu. . Akhirnya, request granted. Gue resmi memulai karir amatir sebagai scapes enthusiast. Hasil gambarnya lumayan untuk beberapa kali dilombakan & juara 1 harapan(ku) wkwk. [ Belakangan aku menanyakan hukum ikut lomba fotografi & ustadz aris menjawab "no". Pun di bukunya ust erwandi HHMK, lomba itu ...