Kalau teman-teman pergi ke toko buku untuk membeli Al Qur’an, kalian akan menemukan begitu banyak macam Al Qur’an dari sisi penerbit, merk, model, warna, maupun kelengkapan tafsirnya. Tapi terlepas dari semua itu, perlu diketahui bahwa perbedaan tersebut hanya dari segi fitur dan bisnisnya saja. Jadi tidak ada perbedaan dari Substansi Al Qur’an itu sendiri seperti jumlah ayat dan suratnya, Makna, dan Cara Baca, kegunaan dari Al Quran itu sendiri, dan juga sikap atau adab kita dalam bermuamalah dengan Al Quran. Karena apapun merknya, Al Qur'an berisi Kalamullah atau wahyu dari Allah yang berguna untuk membimbing para pembacanya untuk memahami dan mengamalkan agama islam yang diridhai oleh Allah. Perlu diketahui bahwa Al Quran yang banyak digunakan dan diperjualbelikan di Indonesia mau merk syamil, aqwam, cordoba, tiga serangkai, dll adalah Al Quran yang dicetak dengan penulisan yang ditetapkan oleh Kementrian Agama Indonesia. Akan tetapi buku-buku tajwid (buku pelajaran untuk memaha...
Berapa belakangan ini saya mendengarkan sebuah podcast oleh seseinfluencer yang mengangkat topik seputar keuangan. Dalam podcast tersebut ia menyinggung tentang perjalanannya dalam mengumpulkan dana pensiun dan bagaimana dia bisa memutuskan untuk berinvestasi. Salah satu hal yang melatarbelakanginya untuk pensiun dini begitu memikat hati saya. Dia tidak bilang “Saya menginginkan financial freedom dalam hidup saya”, tapi dia bilang, “Saya tidak ingin menghabiskan seluruh hidupnya dengan bekerja”. Intinya terdengar sama, tapi frasa yang dia gunakan meninggalkan kesan yang berbeda. Singkat cerita, demi memenuhi tujuan keuangan tersebut sang influencer memutuskan untuk menyisihkan puluhan persen dari penghasilannya secara rutin dan menyalurkan tabungan tersebut ke beberapa instrumen investasi yang ada. Dengan begitu dia dapat mengembangkan dan mengamankan nilai hartanya melawan arus inflasi. Dan ketika tiba saatnya untuk pensiun seperti target yang telah ditetapkan, dia dapat bersantai dan...
Mad Badal, Takhollush minasy syiddah Sebagian ulama mendapati pertanyaan, mengapa mad badal dimasukkan ke dalam kelompok mad far'i, bukan mad ashliy, padahal dia dibaca dua harakat? Dan jawabannya memang karena mad pada mad badal tersebut tidak asli. Hah maksudnya? Pada mulanya pengucapan kata yang terdapat 2 hamzah yang berdekatan itu berat, mengingat sifat syiddah yang dimiliki oleh huruf hamzah. Termasuk apabila hamzah pertama berharakat dan hamzah berikutnya sukun. Contoh, ءَأْمَنَ a'mana (bukan dibaca seperti 'ain yang diseret ya gaes. Tapi lebih seperti tercekat atau tercekik) Maka dalam qiroah hafs, terdapat cara-cara untuk meringankan sifat syiddah (suara tercekat) ketika mengucapkan suatu huruf. Dan cara yang berlaku dalam kasus hamzah sukun yang didahului oleh hamzah berharakat ini adalah dengan mengganti hamzah sukun dengan mad yang sesuai dengan harakat hamzah yang sebelumnya. Jadi A'mana menjadi Aamana (wazan af'ala yuf'ilu) I'maanan m...
Many people are tired. Every end of the night they feel exhausted. Fatigue is their nickname. The other people are feeling uncomfortable. They like complaining over things. Anxiety is their bestfriend. Allah says in the Qur'an which means: "Indeed, mankind was created anxious" (Al-Ma'arij [70]: 19) "We have certainly created man into hardship." (Al-Balad [90]: 4) Indeed both tiredness and apprehension or worry is our nature. That's why we are terribly in need of ease. Sure, we do like to be helped or to be pleased. Good news is Allah has provided us the solutions we need. In fact He is The Provider of all things. Allah says in the Qur'an: "Indeed, those who believe and do righteous deeds and establish prayer and give zakah will have their reward with their Lord, and there will be no fear concerning them, nor will they grieve." (Al-Baqarah [2]: 277) Allah says in another place in the Qur'an: " As for he who giv...
What makes us great before Allah? During Ramadan, we did plenty of virtuous deeds to impress Allah. We stood so long in prayers, we fasted and gave a great deal of charity day and night in Ramadan in the hope that Allah would give us great rewards and forgiveness in return. But we might have missed something important here. Abu Hurayrah reported: The Messenger of Allah (ﷺ) said: "Take up good deeds only as much as you are able, for the good deeds are those done regularly even if they are few." (Sunan Ibn Majah, 4240) It's not about how long you can stand in prayer or how much you can give in charity either. It's all about consistency or what we call persistence (istiqamah). So it's okay if you only did small deeds in Ramadan because those small deeds can turn into good deeds if you keep doing it outside of Ramadan and even until you die. It's been the tradition of our predecessors to preserve the good deeds until they die. There's a hadeeth ...
$1 might get you a can of coke in the US, a cone of ice cream in Croatia, or a sausage roll in Australia. But in developing countries, $1 goes further than that. For instance, in Indonesia, $40 could feed a family for a month, it means $1.5 per day! . That's very small amount compared to the US per capita expenditure a day. So you might want to try to have coke diet days and help many people with the dollars you've saved. It may only mean a sugar free days or a decrease in the risk of obesity to you, but for the needy, it would be a meaningful relief. . And as we've been taught, there's no insignificant deed in Islam Allah’s Messenger (ﷺ) said, “Do good deeds properly, sincerely and moderately and know that your deeds will not make you enter Paradise, and that the most beloved deed to Allah is the most regular and constant even if it were little.” Al-Bukhari So, Small things aren't small at all in the Islamic point of view. In fact, it's bigger than ...
Comments
Post a Comment